Sikomhati: Solusi Digital SMAN 2 Playen Lindungi Kesehatan Mental dari Ancaman Bullying
PLAYEN — Dalam upaya proaktif mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying), SMAN 2 Playen meluncurkan program Penerapan Aplikasi Literasi Komunikasi Hati "Sikomhati". Kegiatan ini sukses diselenggarakan pada Senin (31/8/2026) di Aula SMAN 2 Playen, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Acara yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk pencegahan bullying ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SMAN 2 Playen, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran", dan Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik).
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi perwakilan satu kelas dari masing-masing angkatan (kelas X, XI, dan XII). Selain itu, jajaran Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Wali Kelas, serta beberapa guru terkait turut mendampingi guna memastikan program ini dapat diimplementasikan secara menyeluruh.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya yaitu Prof. Dr. Puji Lestari, SIP., M.Si. dari UPN sebagai Founder Sikomhati dan Eric Syafriatna, S.Kom. Beliau memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya etika komunikasi digital, dampak psikologis perundungan, dan bagaimana membangun ketahanan mental siswa di era gempuran media sosial. Kegiatan ini dimulai dari pengenalan, penerapan aplikasi "Sikomhati".
Aplikasi ini mengajak untuk mengeksplorasi dunia literasi digital dengan pendekatan komunikasi hati melalui olah pikir, olah rasa, buang sampah hati, untuk membentuk sikap simpati, empati, damai, dan bahagia. Siswa dan guru diajarkan bagaimana menggunakan fitur-fitur di dalam aplikasi tersebut.
“Cara kita berkomunikasi dengan diri sendiri dan orang lain akan menentukan circle pertemanan kita. Kalau hati dan pikiran kita positif, kita pasti bakal menarik lingkungan yang positif juga!”
Melalui penerapan aplikasi Sikomhati, pihak sekolah berharap pelaporan dan penanganan kasus perundungan dapat dilakukan secara lebih cepat, terstruktur, dan rahasia. Siswa tidak lagi takut untuk bersuara, sementara guru BK dan wali kelas memiliki instrumen yang tepat untuk melakukan deteksi dini.
Langkah inovatif SMAN 2 Playen bersama UPN dan Tekkomdik ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam membentengi karaktter siswa untuk mencegah bullying . Literasi digital kini bukan sekadar kecakapan menggunakan gawai, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan teknologi untuk melindungi sesama dan menciptakan budaya sekolah yang positif, aman dan nyaman.